Wednesday, 9 July 2008

Kiat Membuka Usaha Pulsa

Sebelumnya, Saya mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" untuk segenap para karyawan, mantan karyawan, motivator, donatur (Bapak Moch. Ikhsan) atas genapnya 1 tahun pendirian XXX Seluler. Kiranya di masa mendatang, Kita dapat tumbuh dan berkembang, menjadi usaha yang lebih besar lagi. Terimakasih atas kerjasamanya selama ini.

Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah setahun lamanya Saya bergelut di bidang pulsa. Sementara kuliah belum juga selesai. Saya sangat sadar, tanggung jawab akademik harus dilaksanakan. Saya harus membagi waktu dengan segudang aktifitas.

Baiklah, seseuai dengan judul diatas, saya akan berbagi kiat untuk membuka usaha pulsa, seperti yang masih Saya lakukan. Saya memutuskan untuk "belajar" membuka usaha, sebagai reinterpretasi dari jurusan yang Saya ambil. Yakni Hukum Bisnis Islam. Oleh karena itu, dalam artikel ini, sebagian akan dikutip "bisnis menurut Islam".

Modal. Modal menduduki peringkat utama dalam berbisnis . Apalagi usaha pulsa. Tanpa modal segala usaha apapun tidak akan dapat berjalan. Modal bisa dapat dari manapun. Baik dari kantong sendiri atau berupa pinjaman. Beberapa pebisnis handal menyarankan agar mendapatkan modal dari kantong orang lain. Hal ini dimaksudkan agar lebih bertanggung jawab, dalam memikirkan usaha. Anggapan ini ada benarnya. Tapi, meminjam uang orang lain, membuat kita susah tidur. Akhirnya istirahat setelah berusaha semakin berkurang. Hari demi hari hanya hutang yang terus dipikirkan. Tentunya besarnya hutang yang akan dipinjam, haruslah sebanding dengan total aset yang dimiliki. Artinya, jangan sampai pinjaman melebihi batas kemampuan. Dengan asumsi, karena usaha bersifat spekulatif, sementara kredit tetap berjalan. Jika sewaktu-waktu usaha pulsa "macet", hutang tetap dapat dibayar. Hutang akan mengganjal amal-ibadah pada hari kiamat kelak.

Tempat Strategis. Pernahkah terpikirkan oleh Anda, bahwa MCDonald, KFC atau bisnis waralaba lain, selalu berada di posisi strategis? Mereka tidak pernah membuka usaha di pemukiman yang sepi, jauh dari keramaian. Sebelum membuka usaha, mereka menghitung jumlah penduduk dan kendaraan yang berlalu-lalang di lokasi yang akan mereka tempati. Dengan teliti mereka menghitung satu demi satu kendaraan yang lewat setiap menitnya. Begitu juga dengan usaha pulsa. Cobalah survey terlebih dahulu, berapa jumlah kendaraan yang lewat dengan taksiran konsumen sebesar 10 % adalah calon pembeli. Misalkan jumlah kendaraan yang lewat terdiri berjumlah 1000 unit selama Anda membuka usaha. Maka, besar kemungkinan Anda akan mendapati 100 calon pembeli pada jam buka usaha. Dengan perhitungan, 1000 kendaraan X 10%= 100 calon pembeli.

Kenali Calon Pesaing. Setiap usaha pulsa, pasti memiliki pesaing. Karena usaha pulsa bukan termasuk usaha yang sulit dibuka. Terhadap Calon pesaing usaha Anda, jangan pernah diremehkan. Sebab, jika Anda meremehkan konter pulsa yang sudah lebih dahulu berjualan, Anda akan terjebak kepada persaingan ketat. Jika manajemen tidak bagus, usaha Anda langsung berantakan. Katakanlah harga pulsa untuk SimPati 10=Rp.11.000 pada konter tetangga. Modal untuk membeli pulsa SimPati 10=Rp.10.250 (dari dealer). Jika Anda berani menjual SimPati 10=Rp.10.500,- , maka Anda harus mencari dealer, yang menjual pulsa yang lebih murah. Dengan resiko, konter tetangga siap "berputar otak" untuk "menjatuhkan" usaha Anda. Persaingan memang lumrah dalam dunia bisnis. Tapi bukan berarti tidak mengukur diri. Usahakan menyamakan harga terlebih dahulu, agar tidak timbul persaingan ketat. Persaingan ketat bagi Anda yang baru memulai usaha dapat membuat tetangga Anda "membuang muka". Tempuhlah jalur diplomasi. Yakinkan kepada tetangga Anda, kalau usaha ini tidak akan "merontokkan" usaha tetangga. Ubahlah Arogansi bahwa modal tetangga kecil, jelek, kumuh, atau sebutan jelek lainnya. Tapi ingat, jika Anda memiliki modal yang sangat "extra besar", abaikan saran saya. Hajarlah tetangga Anda.

Sistem Transaksi. Usahakan memiliki 1 handphone untuk 1 operator seluler. Misalnya masing-masing 1 handphone untuk Dompet Pulsa=>XL, Mkios=>Telkomsel, SEV/M-Tronik=>Indosat, dan lain-lain. Walalupun hal ini memakan biaya yang mahal, tapi kecepatan transaksi dapat memuaskan pelanggan. Anda harus berfikir layaknya pelanggan, bahwa mereka membeli pulsa bukan untuk duduk menunggu pulsa terkirim sambil kesal. Usahakan secepat mungkin dan teliti dalam melayani transaksi. Gunakan handphone yang "enak" di pijat tombolnya. Semakin lama Anda mengetik, semakin lama pulsa terkirim. Hal ini juga berarti semakin kesal mereka menunggu pulsanya masuk ke handphone-nya. Tapi, jika modal Anda sedikit, 1 handphone untuk semua operator, bisa menjadi pilihan. Langsung tanyakan ke dealer terdekat masalah ini.

Sabar. "Keberanian terbesar adalah kesabaran", begitu kata Ali R.A. Usaha apapun harus dilandasi kesabaran. Sikap tergesa-gesa hanya akan membuat Anda menjadi sosok ceroboh dalam mengambil keputusan. Kritikan, hinaan, cacian dan makian adalah koreksi dari usaha pulsa yang akan Anda buka. Jangan ditanggapi secara dingin. Kadang hal itu semua, makin mendewasakan Anda. Bagaimanapun, memulai suatu usaha selalu dibayangi oleh kebangkrutan. Jika Anda menyerah, berarti Anda takut sebelum bertanding.

Baiklah, saat ini secara singkat, saya tulis pengalaman berharga yang telah didapatkan. Kiranya masih banyak yang perlu saya posting. Saya takut Anda malas membacanya, jika tulisan ini terlalu panjang. Insya Allah saya akan melanjutkan dalam tulisan berikutnya.